Lynx muncul di Desa Linxi dan langsung menuju ruang pertemuan desa. Di sana, Kepala Desa, Deng Haoran duduk santai berbicara dengan beberapa penduduk.

"Tuan Xiao, kenapa datang sendirian?" tanya Deng Haoran dengan heran.

Para penduduk yang melihat kedatangan Lynx segera mengundurkan diri. Mereka melihat ekpresi wajah Lynx yang terlihat serius menandakan ada pembicaraan penting yang ingin dibahas sehingga mereka tidak ingin mengganggu.

"Leena dan Jelita masih bersama Komandan Fan. Mereka sedang menyelidiki orang-orang yang menghilang," jawab Lynx tenang. Dia mulai membiasakan nama asli Leena dan penduduk lainnya kepada penduduk desa Linxi karena kerjasama yang mereka lakukan tidak terhambat dan menjadi masalah karena penduduk Surya pun belum semua mengetahui tentang nama lain Leena, Jelita dan Lala.

Ia lalu mencondongkan tubuh sedikit ke depan. "Aku ingin bertanya mengenai Pemangsa Yin yang disebutkan Lala. Apa kau tahu sesuatu?"

Deng Haoran mengangguk pelan. "Jadi tuan Xiao sudah menemui nona Lala? Seperti yang aku katakan kepada nona Lala, pemangsa Yin ini kami mendengar deritanya dari salah satu alchemist yang pernah berkunjung ke tempat kami, tetapi karena semua orang meragukan ceritanya, tidak ada yang bertanya secara detail mengenai hal tersebut. Jadi untuk lokasi pastinya... aku tidak tahu." Ia menarik napas, lalu menambahkan, "Alkemis itu bernama Bao Zhihui. Dia yang menceritakannya kepada kami. Saat ini seharusnya dia berada di Sekte Akar Kehidupan."

Lynx mengangguk mantap. "Sekte Akar Kehidupan? Baiklah kalau begitu aku akan pergi ke sana."

"Apa anda yakin?Kita tidak mengetahui kebenarannya. Aku sendiri sangat ragu dengan ceritanya karena ada beberapa hal yang meragukan dan juga meski kejadian itu benaran terjadi di tempat terpencil, pihak kerajaan selalu mengawasi semua desa yang ada di wilayah kerajaan mereka, dan kami hingga saat ini belum mendengar adanya sebuah desa yang terkena musibah tersebut." Deng Haoran menghela napas panjang.

"Tuan Deng, karena hanya ini petunjuk yang kita punya, aku harus menyelidikinya. Apapun kemungkinan kecil yang ada untuk menyelamatkan keluarga kami, pasti aku akan melakukannya." Lynx berkata dengan tegas.

Deng Haoran berdiri, lalu mengambil sebuah tanda pengenal berbentuk medali giok hijau tua. "Jika memang tuan Xiao ingin mencobanya, aku hanya bisa membantu dengan ini."

Deng Haoran lalu memberikannya kepada Lynx. "Ini tanda pengenal alkemis tingkat empat. Desa Linxi selalu mengeluarkan tanda seperti ini sebagai pengakuan resmi. Sejauh ini, belum ada yang melampaui tingkat tiga. Satu-satunya tanda tingkat empat adalah milikku." Ia menyerahkan medali itu dengan serius. "Aku tidak bisa mengantarmu, tapi bawalah ini. Di sana, kau akan dianggap mewakili alkemis tertinggi Desa Linxi. Seharusnya mereka bisa menerima dan membantumu."

Lynx menerima medali itu, lalu menatap Deng Haoran dengan rasa ingin tahu. "Tuan Deng, ada sesuatu hal yang membuatku penasaran. Bukankah jika kemampuanmu dipelajari para alkemis yang juga memiliki kultivasi tinggi, mereka seharusnya bisa melampauimu? Kenapa mereka justru belum ada yang berhasil melewati tingkat tiga?"

Deng Haoran tersenyum tipis. "Secara teori memang bisa. Tapi banyak teknik yang hanya bisa dipraktikkan dengan formasi dan bahan yang hanya ada di desa ini. Energi spiritual bisa menjadi pengganti, namun pemahaman mereka kurang dalam. Aku pun tak mampu menjelaskan lebih jauh karena kultivasiku terbatas. Dantianku terluka parah, membuatku tak bisa lagi berlatih."

"Terluka?" bisik Lynx pelan. lalu dia menatap tubuh Deng Haoran dengan Mata Langit, memeriksa setiap bagian tubuhnya dan melihat luka pada dantian itu. Ia menyimpan tekad dalam hati. "Aku akan mengobatinya kelak setelah urusan ini selesai. Dantiannya perlu diperbaiki agar dia bisa berlatih kultivasi lagi dan dapat membantu para alchemist ini."

"Baiklah, Tuan Deng," ujar Lynx. "Bisakah kau menunjukkan arah Sekte itu?"

Deng Haoran menunjuk ke sebuah arah. "Biasanya, perjalanan ke sana dengan istirahat secukupnya, memakan waktu sebulan. Tapi jika kau bersama Nyonya Xiao, dengan kekuatannya, seharusnya waktu itu bisa lebih singkat."

"Terima kasih, Tuan Deng. Setelah aku menemukan petunjuk tentang Pemangsa Yin, aku pasti segera kembali," jawab Lynx mantap.

"Tunggu sebentar."

Suara lembut namun gemetar terdengar. Lynx dan Deng Haoran menoleh, melihat seorang wanita muda melangkah mendekat. Lynx mengenalinya—Ou Ruoyun, gadis yang pernah diselamatkannya dari penjahat yang memperkosanya. Sejak saat itu, ia lebih sering menyendiri, wajahnya jarang menunjukkan keceriaan.

"Tuan Xiao, Kepala Desa... apakah yang kalian maksud adalah Paman Bao Zhihui?" tanyanya dengan suara bergetar.

Deng Haoran mengangguk. "Yun’er, apa kau tahu sesuatu?"

Ou Ruoyun menunduk sesaat, lalu berkata lirih, "Maaf... tapi aku yakin Paman Bao sudah tidak ada di Sekte Akar Kehidupan."

"Apa maksudmu?" Deng Haoran terkejut. Ia tahu betapa dekatnya Bao Zhihui dengan gadis itu. Selama di desa, Ruoyun hampir selalu bersama Bao Zhihui.

Ou Ruoyun menggigit bibirnya, ragu untuk bicara.

"Nona Ruoyun, tolong katakan yang kau ketahui," pinta Lynx serius. "Kami sangat memerlukan bantuan Tuan Bao Zhihui."

"Aku akan memberitahu, asalkan..." Ruoyun terdiam sejenak, matanya berkaca-kaca.

"Yun’er, katakanlah. Jangan ragu. Tuan Xiao sudah menyelamatkan kita. Kini saatnya kita membalas budi," dorong Deng Haoran lembut.

Ou Ruoyun menatap Lynx. Ragu masih ada, namun sorot matanya mengeras dengan tekad. "Aku akan memberitahu... asalkan Tuan Xiao mengizinkan aku ikut. Aku ingin menemui Paman Bao." Suaranya bergetar, air mata hampir jatuh.

Lynx menatap Deng Haoran, menunggu responnya.

"Ou Ruoyun memang sangat dekat dengan Bao Zhihui," kata Deng Haoran perlahan. "Mungkin dia akan lebih tenang jika bersamanya."

Lynx mengangguk, memahami luka batin gadis itu. "Baiklah. Aku akan mengajakmu, asalkan keluargamu dan Kepala Desa mengizinkan."

"Benarkah?" Ruoyun tampak semangat, meski matanya masih basah. "Tuan Xiao, anda tidak boleh melanggar janji anda."

Lynx mengangguk mantap."Percayalah padaku. Aku pasti akan membawamu bersamaku menemuinya."

"Paman Bao mengatakan padaku... setelah urusannya di Sekte Akar Kehidupan selesai, dia ingin pergi ke Desa Fengmu."

"Desa Fengmu? Kenapa dia ke sana? Tempat itu sangat jauh dari Sekte Akar Kehidupan," ujar Deng Haoran bingung.

"Karena Paman Bao ingin mencari Pemangsa Yin. Dia ingin membuktikan bahwa ceritanya bukan kebohongan. Itulah sebabnya dia pergi untuk menangkapnya." Nada Ruoyun dipenuhi kekhawatiran. Bagaimanapun, bao zhihui adalah salah satu orang yang menyayanginya. di desa ini dia hanya hidup bersama ibunya. ayahnya sudah lama terbunuh oleh penjahat saat mereka sedang melakukan perjalanan. di desa linxi, ou ruoyun merasa malu dan tertekan karena teringat kejadian yang menimpanya dan dia merasa tidak sanggup melihat wajah-wajah penduduk desa. itu sebabnya dia ingin pergi dan mengikuti paman bao zhihui.

"Jadi desa itu bernama Desa Fengmu?" tanya Lynx memastikan.

"Maaf, Tuan Xiao," Deng Haoran menyahut dengan wajah menyesal. "Saat itu kami mengira ceritanya hanya lelucon, jadi kami tidak menanggapinya serius. Syukurlah jika dia memberitahukannya pada Yun’er."

"Baguslah. Kalau begitu, aku bisa langsung ke sana dan bekerja sama menangkap makhluk itu," ucap Lynx bersemangat.

